Kami mengkampanyekan penyelamatan mangrove, terutama dalam segi kebijakan, keanekaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat dan lain-lain.

Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati menjadi perhatian kami, mengingat fakta penebangan pohon mangrove di Indonesia semakin menjadi.

Kerusakan pesisir Indonesia sebagai akibat dari hilangnya berbagai jenis mangrove yang seharusnya bisa berfungsi sebagai pelindung, telah berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan.

Hilangnya hutan mangrove di tahun 2012 sebesar 75%, juga mengakibatkan pada hancurnya habitat flora dan fauna endemik, seperti monyet Bekantan, Kucing Mangrove dan lain sebagainya.

Untuk itulah, kampanye penyelamatan keanekaragaman jenis mangrove sangat dibutuhkan dan menjadi fokus utama, sesuai dengan visi dan misi kami.

Kebijakan
Selanjutnya, masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai peraturan mangrove sebagai akibat dari minimnya penyebarluasannya, telah merangsang kami untuk mencoba membantu penyebarannya secara lebih luas, di semua tingkatan masyarakat.

Adopsi dan adaptasi perundang-undangan mangrove tersebut menjadi bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti juga coba kami kampanyekan mulai dari akar rumput sampai dengan pemangku kebijakan nasional dan internasional.

Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat menjadi penting, karena begitu mangrove ditebang, maka akan menghilangkan mata pencaharian masyarakat kita yang sebagian besar hidup di daerah pesisir.

Konsep usaha mandiri, seperti membuat kebun bibit mangrove, sentra jajanan mangrove dan kampung batik mangrove, coba kami implementasikan dalam rangka mengkampanyekan manfaat mangrove yang besar bagi kehidupan umat manusia. (ADM).