Kami (KeSEMaT) menjadikan mangrove sebagai gaya hidup dengan jargonnya Mangrove Is Lifestyle (MIL). Kami adalah Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKM-F) di bawah Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, namun kami berupaya agar dapat berkarya jauh melebihi dari tugas dan tanggung jawab yang kami emban sebagai mahasiswa.

Kami berhasil mendirikan perusahaan mangrove berupa CV, bernama KeSEMaT Mangrove Indonesia (KeMANGI), mendirikan yayasan mangrove, bernama Inspirasi Keluarga KeSEMaT (IKAMaT) dan komunitas relawan mangrove, bernama KeSEMaT Mangrove Volunteer (KeMANGTEER) serta komunitas Keluarga Alumni KeSEMaT (KeAMaT).

Untuk mewujudkan slogan kami, yaitu MIL, maka kami menciptakan 22 brands mangrove, 11 industri mangrove kreatif, 7 divisi program mangrove untuk warga pesisir, 12 relawan mangrove di berbagai kota di Indonesia dan 3 warga binaan, yang membuat batik, mengolah jajanan dan memproduksi kopi mangrove.

Manfaat Kegiatan
Manfaat yang dirasakan atas kehadiran kami, tak hanya dirasakan di Indonesia saja, namun juga dunia internasional, terutama di negara-negara jaringan Mangroves For The Future (MFF), di Asia Tenggara sehubungan dengan dua buah e-book mangrove kami mengenai teknik rehabilitasi mangrove dan aneka resep olahan mangrove yang dapat diunduh secara gratis di website MFF.

Program
Kami memiliki program andalan, yaitu Mangrove adalah Gaya Hidup: Penyelamatan Ekosistem Mangrove dan Pemberdayaan Masyarakat di Pantai Utara Jawa dan Pengembangan Konsep dan Implementasi Industri Mangrove Kreatif di Indonesia.

Uraian Kegiatan
Kami berdiri dengan dasar hukum Surat Keterangan Ketua Jurusan Ilmu Kelautan FPIK UNDIP Nomor 18/J07.1.36/IK/10/2001.

Organisasi kami memiliki misi dan tujuan mengembangkan penelitian tentang ekosistem mangrove di kalangan mahasiswa, menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta mangrove di kalangan anggotanya, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya, serta mewujudkan dan mengembangkan kegiatan yang bersifat ilmiah dan mengarah kepada konservasi ekosistem mangrove, dengan moto konservasi, penelitian, kampanye, pendidikan dan dokumentasi mangrove untuk generasi mendatang.

Sebagai organisasi mahasiswa, sesuai dengan motonya, maka kami memfokuskan diri dalam kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, kampanye dan dokumentasi mangrove yang diimplementasikan dalam program-program pengajaran, penyuluhan, pembibitan, penanaman dan pemeliharaan mangrove serta pemberdayaan masyarakat pesisir melalui kampanye dan pendampingan pembelajaran konsep rehabilitasi mangrove yang baik dan benar dan teknik pengolahan bahan makanan berbahan baku mangrove untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat pesisir.

Konsep pembelajaran kami yang unik, yaitu dengan program kampanye mangrovenya di internet, melalui Jaringan KeSEMaTONLINE, telah menjadikan kampanye mangrove di Indonesia menjadi sangat efektif.

Kami telah berhasil membangun sebuah portal mangrove yang menjangkau masyarakat di seluruh dunia. Kualitas program mangrove kami terbukti sangat baik sehingga telah menembus batas “niche”-nya sebagai mahasiswa.

Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya dan dipercayainya kami bermitra dengan beberapa dinas, LSM bahkan kementerian di tingkat nasional serta organisasi dari dalam dan luar negeri, yang menjadikan kami sebagai organisasi mahasiswa, yang memiliki mitra kerja yang luas.

Kami juga berhasil menulis empat buah buku mangrove, yaitu Panduan Praktis Teknik Rehabilitasi Mangrove di Pesisir Indonesia, Beragam Bahan Olahan Berbahan Baku Mangrove, 20 Dongeng Mangrove dan Mat Kesem: Kolak Api-Api Neri, hasil kerja sama kami dengan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, Mangroves For the Future (MFF) Thailand dan International Union for Conservation and Nature (IUCN) Swiss, IKAMaT, KeMANGI dan Nulis Buku.

Buku-buku ini, telah dijadikan semacam rujukan bagi para penggiat mangrove, tak hanya di Jawa Tengah saja, tetapi di Indonesia, karena telah didistribusikan secara luas melalui forum-forum mangrove, seperti Kelompok Kerja Mangrove Kota Semarang (KKMKS), Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Jawa Tengah dan Kelompok Kerja Mangrove Nasional (KKMN) di Jakarta.

Khusus untuk buku mengenai pengolahan bahan makanan dan minuman dari mangrove ini, juga merupakan sebuah inovasi dan upaya kami dalam rangka mempopulerkan kembali mangrove kepada masyarakat luas, melalui konsep wirausaha pemanfaatan buah-buahan mangrove untuk makanan, minuman, sabun, kerajinan batik, dan lain-lain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama di wilayah pesisir.

Kami memiliki program kerja mangrove kurang lebih 30 buah dalam jangka waktu satu tahun, yang kami kerjakan dengan konsep swadaya (voluntary) secara kontinyu, mulai dari tahun 2001 hingga sekarang.

Secara rutin, kami juga menyelenggarakan dan mengikuti program pendampingan, penyuluhan, pelatihan, seminar dan kampanye mangrove tingkat regional hingga nasional ke berbagai level masyarakat, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dinas, LSM bahkan kementerian di tingkat nasional dan internasional.

Kami memiliki kurang lebih 35 mitra kerja yang terdiri dari LSM, dinas pemerintahan, swasta, perguruan tinggi, kementerian dan institusi mangrove dari dalam dan luar negeri.

Saat ini, kami memegang peranan yang sangat strategis di tiga forum mangrove pemerintah, yaitu di tingkat kota (KKMKS), provinsi (KKMD Jawa Tengah) dan pusat (KKMN).

Kami aktif di ketiga forum tersebut sebagai pengelola website, anggota dan pengurus harian sehingga terlibat aktif dalam turut serta mengonsep dan mengimplementasikan beragam proyek dan program mangrove di ketiga forum tersebut dan seringkali berkunjung ke berbagai daerah pesisir di Pantai Utara Jawa untuk terjun langsung dan melihat permasalahan dan kondisi masyarakat pesisir.

Tak hanya itu, kapasitas kami yang berpengalaman dalam pengelolaan mangrove selama kurang lebih 20 tahun terakhir, kiranya juga telah menarik minat dan perhatian dari banyak pihak sehingga mempercayai kami sebagai pembicara, tenaga ahli, penyuluh, pendamping, pengajar mangrove dan lain-lain terkait dengan pengelolaan mangrove sehingga para anggota kami juga telah berkunjung ke berbagai wilayah pesisir di Indonesia, seperti Balikpapan, Bali, Surabaya, Batam, Banggai, Bone, Aceh, Nias, Sumbawa, dan daerah lainnya, untuk membantu penelitian dan pemberdayaan masyarakat serta mengerjakan beragam pekerjaan dan proyek mangrove bersama dengan pemerintah, LSM, swasta (melalui program CSR-nya) dan institusi terkait di sana.

Program kerja kami selama 20 tahun terakhir ini, telah membuktikan keberhasilan kami dalam mengimplementasikan program-program konservasi, rehabilitasi, dan pemanfaatan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil, dalam hal ini mangrove, dengan sangat baik.

Konsep pembangunan mangrove kami sangat unik dan orisinil dalam rangka ikut serta mengelola ekosistem mangrove di Indonesia, yang dituangkan di program-program kampanye industri mangrove kreatif kami.

Ide-ide kreatif dan breakthrough, seperti mendirikan KeMANGTEER di berbagai kota pesisir di Indonesia, membangun portal mangrove KeSEMaTONLINE, membuat buku mangrove, menyutradarai film mangrove, menulis Cerita Mangrove (Cermang), membuat Majalah Mangrove MANGROVEMAGZ, mendirikan jasa pemetaan mangrove Mangrove Map, membuat batik, jajanan dan kopi mangrove, menginisiasi hadirnya Mangrover Cilik (Mangcil), menggambar komik mangrove Detektif Mangrove Mat Kesem, menciptakan band mangrove bernama KeSEMaTUSTIK, menginisiasi hadirnya dongeng mangrove dengan media Boneka Mangrove (Bomang), membuat gerakan Koin Untuk Mangrove bernama KUMANG, sangat aktif berkampanye mangrove di media dan jejaring sosial terkini, diantaranya seperti: YouTube, Facebook, Twitter, Instagram, Blog, Spotify dan lain-lain, mengisyaratkan bahwa kami sangat inovatif dalam mengkampanyekan mangrove dengan cara yang lebih modern tanpa meninggalkan yang konvensional.

Manfaat Kegiatan Terhadap Inovasi dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Kampanye pelestarian ekosistem mangrove demi masa depan yang lebih baik, menjadi tujuan utama kami di setiap program dan proyek mangrove yang kami kerjakan. Untuk itulah, mereka mencoba berinovasi, menginisiasi hadirnya berbagai produk barang dan jasa industri mangrove kreatif dalam naungan badan hukum perusahaan kami, yaitu KeMANGI.

Lokasi Kegiatan dan Luas Areal Kegiatan 
Khusus untuk penyelamatan ekosistem mangrove melalui pembuatan Pusat Pendidikan Keanekaragaman Hayati Jenis Mangrove yang kami pusatkan di Teluk Awur, Jepara, kami memiliki luasan area total, kurang lebih 1 ha.

Sementara itu, untuk program pendampingan penanaman mangrove yang kam lakukan bekerja sama dengan BUMN di Indonesia, maka luas total area yang sudah ditanami mangrove kurang lebih 38 ha, ini belum ditambah dengan kerja sama CSR KeSEMaT dan area kerja sebelas komunitas relawan mangrove mereka di berbagai kota di Indonesia.

Selanjutnya, untuk pengembangan konsep dan implementasi industri mangrove kreatif di Indonesia dipusatkan di Mangkang Wetan dan Mangunharjo, Semarang dengan membentuk empat warga binaan, yaitu:

  1. Satu warga binaan Mas Bamat (kelompok batik mangrove) di Mangkang Wetan.
  2. Dua warga binaan Mbak Jamat (kelompok jajanan mangrove) di Mangkang Wetan.
  3. Satu warga binaan Pak Komat (kelompok kopi mangrove) di Mangunharjo.

Manfaat Kegiatan Terhadap Dampak Sosial
Kami berhasil mengubah persepsi masyarakat pesisir yang menganggap mangrove tak berguna, dengan cara membentuk empat warga binaan, dan berhasil menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi istri nelayan dan nelayan, yang saat ini sukses menjadi pengrajin batik, jajanan dan kopi mangrove.

Dengan bekerja sama dengan CSR perusahaan, kami juga memberikan mata pencaharian tambahan kepada nelayan dan petambak, yaitu sebagai petani mangrove, yang saat ini bibitnya sudah banyak dipesan oleh berbagai institusi di Semarang dan luar Semarang.

Waktu Kegiatan 
Khusus untuk penyelamatan ekosistem mangrove di Teluk Awur, Jepara, sudah kami lakukan lebih dari 20 tahun, mulai dari 2001 sampai dengan sekarang.

Sementara itu, untuk program rehabilitasi mangrove di luar Jepara, seperti di Brebes, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Demak, Pati, Semarang, Rembang, dan lain-lain, mulai kami lakukan dari tahun 2012 sampai dengan sekarang, bekerja sama dengan berbagai CSR perusahaan, LSM dan pemerintah.

Selanjutnya, untuk pengembangan konsep dan implementasi industri mangrove kreatif di Indonesia sudah kami lakukan sejak tahun 2011 sampai dengan sekarang.

Faktor Pendukung
Awalnya, pergerakan kami hanyalah sebuah bentuk keprihatinan akan rusaknya ekosistem mangrove di kampus kami, yang terletak di pesisir Teluk Awur, Jepara. Namun, pada akhirnya berkembang menjadi sebuah upaya penyelamatan ekosistem mangrove masif secara global.

Manfaat Kegiatan Bagi Lingkungan Hidup
Kami berhasil menghijaukan kembali kurang lebih 1 ha lahan mangrove gundul di pesisir pantai Desa Teluk Awur, Jepara melalui program penanaman dan pemeliharaan mangrove secara kontinyu dan terukur, dengan tingkat kelulushidupan mencapai 90%, di setiap tahunnya, mulai dari tahun 2003 sampai dengan sekarang.

Selama kurun waktu 2003 sampai dengan saat ini, maka kami telah menanam kurang lebih 700.000 bibit mangrove di berbagai pesisir di Jawa, dengan tingkat kelulushidupan cukup tinggi, yaitu rata-rata 80%.

Kami berkontribusi nyata dalam ikut serta menjaga keanekaragaman hayati flora dan fauna mangrove, dengan berbagai program kerja mangrove kami, sesuai dengan moto di atas. Salah satu contohnya adalah, beberapa jenis mangrove yang dulunya tidak ditemukan di Teluk Awur, Jepara, yaitu Bruguiera gymnorrizha, kini bisa ditemukan di sana setelah berhasil kami datangkan dan kayakan dari Bali.

Selanjutnya, tumbuhnya beberapa jenis mangrove, seperti Rhizophora dan Ceriops di lahan yang dulunya gundul, telah berhasil menjadi tempat hidup bagi beragam fauna mangrove, seperti kerang, ikan, burung migran, kepiting, udang dan lain-lain.

Pengkayaan spesies yang telah kami lakukan ini, sebagai perwujudan dari upaya kami dalam aksi nyata penyelamatan jenis dan keanekaragaman hayati di bumi. Berkat Mangrove Education Center of KeSEMaT (MECoK) Ecopark yang kami bangun sejak 2003 di Jepara, maka saat ini, kondisi vegetasi mangrove di Teluk Awur naik kelas menjadi kategori yang baik.

Saat ini, kawasan mangrove di MECoK Ecopark memiliki tingkat keanekaragaman jenis flora mangrove yang beragam. Hal ini, terbukti dari banyaknya spesies mangrove yang ditemukan dari komponen mayor, minor dan asosiasi.

Ekosistem mangrove di MECoK Ecopark, berdasarkan hasil data pengamatan lapangan (2012), ditemukan 27 jenis flora mangrove yang terdiri dari 11 komponen mayor, 4 komponen minor dan 12 komponen asosiasi.

Mangrove Mayor:
Avicennia marina, Bruguiera cylindrica, B. gymnorrhiza, Ceriops decandra, C. tagal, Lumnitzera racemosa, Nypa fruticans, Rhizophora apiculata, R. mucronata, R. stylosa dan Xylocarpus granatum.

Mangrove Minor:
Acrosticum aureum, Aegiceras corniculatum, Exoecaria agallocha dan Scyphiphora hidrophyllacea.

Mangrove Asosiasi:
Acanthus illicifolious, Calotropis gigantea, Carbera manghas, Clerodendrum inerme, Hibiscus tilliaceus, Ipomea pes-caprae, Pandanus tectorius, Sesuvium portulacastrum, Spinifex littoreus, Terminalia catappa, Thesphesia populnea, dan Vitex ovata.

Biota yang ditemukan di lingkungan vegetasi mangrove Teluk Awur berdasarkan pengamatan, yang sering terlihat, diantaranya berbagai jenis burung, insecta, ular, crustasea, bivalvia, mollusca, gastropoda dan ikan.

Burung yang berhabitat di MECoK Ecopark dikategorikan menjadi dua, yaitu burung air dan burung darat. Pada tahun 2008, kami berhasil mengidentifikasi 26 spesies burung yang terdiri 9 jenis burung air dan 17 jenis burung darat.

Keanekaragaman hayati di mangrove ini, tak hanya tumbuh dengan baik di Jepara saja, melainkan juga di semua lokasi rehabilitasi mangrove KeSEMaT, di Pantura Jawa dan beberapa lokasi di luar Jawa.

Manfaat Kegiatan bagi Masyarakat
Keberhasilan kami dalam mendirikan area konservasi dan pendidikan mangrove mereka di lahan yang dulunya gundul dengan usaha swadaya anggota mereka, yang diberi nama MECoK Ecopark, membuktikan bahwa dampak kegiatan kami sangat baik bagi kawasan pesisir, terutama di Desa Teluk Awur.

Sebelum adanya MECoK Ecopark, abrasi sering terjadi di pantai tersebut, yang saat ini sudah mulai bisa dicegah dan diminimalisir. Mangrove yang saat ini tumbuh kurang lebih sembilan meter, berhasil menjadi penghalang-abrasi-alami yang sempurna, serta mampu memulihkan kondisi ekologis vegetasi mangrove di pesisir Pantai Teluk Awur.

Kesuksesan kami dalam mengelola MECoK Ecopark, pada akhirnya membuat pemerintah kabupaten Jepara menetapkan kawasan tersebut sebagai salah satu hutan kota di Jepara, yang tentunya merupakan pencapaian yang luar biasa bagi kami dalam menjaga keanekaragaman hayati, terutama hutan mangrove di kawasan Jepara.

Bersama dengan mitra kerja kami, baik pemerintah maupun swasta di Semarang, kami juga telah melakukan program kemitraan berkonsep pemberdayaan masyarakat. Sebuah konsep pembangunan kebun bibit mangrove dengan tujuan untuk implementasi program pemeliharaan mangrove yang belum dilakukan di Semarang, sebagai hasil dari proses adopsi dari konsep mereka membangun MECoK Ecopark di Jepara, terbukti berhasil mengubah persepsi masyarakat mengenai teknik rehabilitasi mangrove yang selama ini dijalankan di Semarang.

Saat ini, kebun bibit mangrove tersebut, juga telah berhasil dijadikan salah satu cara untuk menambah penghasilan kelompok masyarakat setempat, dengan cara menjualnya ke beberapa pihak yang membutuhkan.

Hambatan dan Solusi
Torehan prestasi kami dalam bidang rehabilitasi mangrove di Indonesia ini, juga tak lepas dari kendala, terutama dalam hal pendanaan. Konsep swadaya – dimana kami menyisihkan uang saku kuliah kami untuk membiayai program-program rehabilitasi mangrove mereka secara mandiri -, yang kami anut, terkadang menimbulkan masalah disaat kami harus menjalankan 30 program kerjanya di setiap tahunnya.

Tapi, tak mau kalah dengan keadaan, hal ini justru kami siasati dengan cara membentuk sebuah perusahaan barang dan jasa khusus pelestarian mangrove, yang bernama KeMANGI sudah mulai beroperasi sejak tahun 2011.

Bersama dengan para alumni kami, yang tergabung dalam IKAMaT yang kami dirikan pada tahun 2014, keduanya membantu pendanaan kami dan saling bersinergi dan berprestasi tinggi, dalam upaya menyelamatkan hutan mangrove dan meningkatkan taraf hidup warga pesisir di Indonesia.

Bersama dengan IKAMaT, kami membentuk tujuh divisi untuk membantu pemerintah dalam mengelola mangrove dan pesisir di Indonesia, yaitu divisi mangrove, sanitasi lingkungan, relawan, sertifikasi, ekowisata, pengembangan masyarakat dan proyek lain terkait mangrove dan warga pesisir.

Selanjutnya, anggota kami yang masih duduk di bangku kuliah, terkadang juga menimbulkan permasalahan, disaat kami harus bekerja di lapangan melayani masyarakat pesisir, dalam memberikan penyuluhan, pelatihan dan penyadaran kepada warga pesisir.

Kendala ini, kami siasati dengan acara membentuk banyak afiliasi mangrove, satu diantaranya adalah KeMANGTEER yang saat ini sudah memiliki 12 cabang, yaitu di Semarang, Jakarta, Malang, Yogyakarta, Serang, Tangerang, Medan, Langsa, Bengkalis, Karawang, Dumai dan Luwuk sehingga pembagian tugas dalam pengelolaan mangrove dapat teratasi dengan sangat baik.

Asal Dana
Swadaya dan donatur, diantaranya dari UNDIP, BUMN, kementerian dan dinas pemerintahan terkait.

Penggunaan Anggaran
Keuntungan kegiatan hanya kami gunakan untuk mengembangkan infrastruktur kantor dan program kerja kami saja.

Manfaat Kegatan bagi Kebijakan dan Pengembangan Kedepan
Selain tetap menjaga kontinuitas program pemeliharaan MECoK Ecopark di Jepara dan terus mengembangkan industri kreatif kami, saat ini, kami juga sedang menggodok konsep Sertifikat Kompetensi Keahlian Mangrove untuk para tenaga ahli dan pelaksana proyek mangrove agar dapat meminimalisir kegagalan proyek rehabilitasi mangrove yang semakin marak di Indonesia.

Hebatnya lagi, kampanye Sertifikasi Mangrove Safe kami yang dipergunakan sebagai sebuah jaminan bagi perusahaan pertambakan terutama udang agar mau dan mampu melindungi daerah mangrove-nya, merupakan ide kreatif dan inovatif yang juga telah berhasil diadopsi ke tingkat nasional, sebagai salah satu kampanye program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta, di tahun 2009 silam.

Selanjutnya, berlatar belakang akademisi, telah menjadikan kami sebagai agen mangrove yang dapat dipertanggungjawabkan keahliannya dan terbukti mampu menjembatani antara semua stakeholder mangrove di semua level masyarakat.

Hal ini, dapat kami buktikan dengan tingkat partisipasi dan respon yang sangat baik dari setiap kampanye dan program mangrove yang kami selenggarakan, sehingga kami berhasil mempertemukan ratusan penggiat mangrove dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri, selama kurang lebih 20 tahun terakhir ini.

Pencapaian Kami

1. Penghargaan Rektor Universitas Diponegoro tahun 2011 sebagai Unit Kegiatan Kemahasiswaan Berprestasi Nasional.
2. Juara I tingkat Nasional KOMPAS KAMPUS tahun 2012 Green Living and Youth Creativity judul program MANGROVEST 2012: Green Coastal, Clean Environment.
3. Peraih Penghargaan Coastal Award 2012 Kategori Akademisi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
4. Peraih KEHATI Award VIII Tahun 2015 Kategori Tunas Lestari Kehati.
5. Peraih Penghargaan Soegondo Djojopoespito Award 2015 sebagai Juara 1 Organisasi Kepemudaan Berprestasi Nasional Kategori Organisasi Kemahasiswaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
6. Peraih TAYO ASEAN Award sebagai organisasi terbaik se-Asia Tenggara.
7. Juara 1 Kelompok Pecinta Alam se-Jawa Tengah tahun 2017.
8. Terbaik 1 Nasional Penghargaan Wana Lestari 2017 kategori Kelompok Pecinta Alam dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
9. Penghargaan Nominasi KALPATARU 2019 kategori Penyelamat Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Manfaat Kegiatan Terhadap Waktu dan Replikasi
Terlepas dari segala kendala dan solusi bijak yang telah kami temukan dalam mengatasi kelemahan kami agar dapat terus menjaga kontinyuitas program-program rehabilitasi mangrove kami, daya reduplikasi program-program mangrove kami, juga dianggap luar biasa.

Masyarakat luas, terutama generasi muda Indonesia, bisa dengan cepat mereduplikasi kegiatan mangrove kami, untuk diadopsi di daerahnya masing-masing. Sebut saja, program Mangrove REpLaNT yang mulai kami rintis di tahun 2003, saat ini sudah menjadi sebutan wajib untuk setiap program rehabilitasi dan penanaman mangrove yang dilakukan di beberapa pesisir di Jawa.

Sebagai tambahan, jargon dan sebutan seperti MANGROVING, MANGROVER, Bapak MANGROVER Indonesia, Salam MANGROVER, Semangat MANGROVER, SEMANGTEER dan lainnya, juga sudah membudaya di kalangan generasi muda Indonesia, terutama di media-media sosial, seperti YouTube, Twitter, Instagram dan Facebook.

Bahkan, setelah sukses menjadi juara 1 Nasional KOMPAS KAMPUS 2012, konsep MANGROVEST 2012, juga marak diadopsi oleh mahasiswa UNDIP dan universitas lainnya, sebagai wujud keberhasilan kami dalam mengkampanyekan mangrove ke masyarakat Indonesia.

Satu lagi, yang menarik adalah, kami adalah organisasi mahasiswa Indonesia, maka adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa apabila kami sudah mendapatkan kepercayaan dari institusi di tingkat nasional dan internasional sehingga membuat harum nama Indonesia di kancah internasional.

Tentu saja, hal ini sangat jarang ditemukan, dan tidak akan mungkin terjadi, apabila secara organisasi dan kapasitas, kami tidak memiliki integritas yang tinggi. (ADM).