Warga binaan dan dampingan KeSEMaT, sampai dengan tahun 2018 sudah berjumlah enam kelompok, yang terbagi menjadi dua kelompok ibu-ibu pengolah jajanan mangrove (Mbak Jamat): Bina Citra Karya Wanita dan Bina Karya Sejahtera, satu kelompok pengrajin batik mangrove (Mas Bamat): Srikandi Pantura dan tiga kelompok tani pembibitan mangrove: Marina Jaya Tani, Mekarsari, dan Taruna Tani. Khusus kelompok terakhir, inisiasi pertamanya dari kami, dan selanjutnya dilanjutkan dan dikelola oleh yayasan mangrove kami, yaitu Yayasan IKAMaT.

Daerah binaan KeSEMaT terdapat di wilayah Mangkang Wetan dan dampingan di Tawang Mas, Semarang.

Kami juga berkerja sama dengan PT. Indonesia Power sedang mencoba menginisiasi hadirnya Kampung Batik Mangrove Semarang (KBMS) dan Sentra Jajanan Mangrove Semarang (SJMS), yang dibantu oleh warga Mangkang Wetan.

Sementara itu, di Tawang Mas, KeSEMaT bekerja sama dengan Yayasan IKAMaT dan PT. Phapros Tbk, menginisiasi terbentuknya kelompok tani mangrove dengan tujuan untuk membibitkan mangrove di Tawang Mas dan menyelamatkan pesisirnya.

Tak hanya di Semarang saja, dalam rangka mengimplementasikan program pengabdian masyarakat, maka KeSEMaT bergerak bersama dengan IKAMaT, CV. KeMANGI dan KeMANGTEER, juga menginisiasi program-program pemberdayaan masyarakat pesisir di Indonesia.

Pada tahun 2012, IKAMaT bersama dengan KeSEMaT telah membina dua kelompok masyarakat di Mangkang Wetan, Semarang, untuk mengembangkan usaha kecil batik mangrove dan jajanan mangrove.

Mangkang Wetan, Semarang merupakan wilayah pesisir yang memiliki sumber daya alam yang bisa digali potensinya, untuk dikembangkan menjadi KBMS dan SJMS.

Dengan bantuan pendanaan dari PT. Indonesia Power Jakarta dan Semarang, maka program pengabdian masyarakat IKAMaT dan KeSEMaT ini, akan berjalan dalam jangka waktu satu tahun ke depan, sampai dengan pertangahan tahun 2013.

Dalam implementasi program SJMS dan KBMS ini, maka IKAMaT dan KeSEMaT juga dibantu oleh CV. KeMANGI dan KeMANGTEER sehingga diharapkan bisa menjangkau masyarakat dan jaringan yang lebih luas lagi, guna memasyarakatkan fungsi dan manfaat mangrove ke seluruh wilayah pesisir di Indonesia.

Pada tahun 2014, KeSEMaT juga bekerja sama dengan Yayasan IKAMaT dan PT. Phapros Tbk., menginisiasi hadirnya tiga kelompok tani mangrove di Tawang Mas, Semarang.

Perkembangan positif diperlihatkan oleh masyarakat pesisir di Kelurahan Tawang Mas Kawasan Bandara Baru Ahmad Yani Semarang, setelah mendapatkan pengarahan untuk membibitkan mangrove dalam kegiatan Workshop Pembibitan Mangrove.

Daerah tersebut, kini sudah memiliki tiga kelompok tani mangrove. Kelompok tani mangrove tersebut adalah Marina Jaya Tani, Mekarsari, dan Taruna Tani yang di tahun 2015 melebur menjadi satu kelompok tani, yaitu Mekar Tani Lindung.

Kelompok Tani yang terbentuk ini akan memulai program pembibitan mangrove di bulan April 2014. Ketiga kelompok tani tersebut merupakan hasil inisiasi dari program kerja sama PT Phapros Tbk, KeSEMaT dan IKAMaT dalam mengelola ekosistem mangrove di Kota Semarang.

Semoga saja, dengan terbentuknya para kelompok tani mangrove ini, maka mangrove di pesisir Semarang dan Indonesia, secara perlahan bisa diselamatkan, demi masa depan yang lebih baik. (ADM).